Juli 04, 2019         No comments

Ilustrasi penyakit monkeypox. Gambar diambil dari https://www.who.int/emergencies/diseases /monkeypox/en/


Pertengahan tahun 2019 lalu, pemberitaaan ramai tentang penyakit monkeypox yang ditemukan di negara tetangga, yaitu Singapura. Banyak pemberitaan simpang siur mengenai penyakit ini. Berikut, informasi mengenai penyakit monkeypox yang telah disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung :

1. Penularan virus monkeypox oleh hewan yang mengandung virus monkeypox. Penularan dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, atau kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lain, juga melalui daging yang tidak dimasak dengan baik lalu dimakan.

2. Gejala monkeypox dapat mucul dalam 5-21 hari setelah kontak dengan sumber penularan.

3. Gejala yang akan dirasakan antara lain berupa demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas. Selanjutnya muncul ruam dikulit yang berkembang seperti cacar. Mulai dari bintik merah (makulopapuler), kemudian menjadi lenting-lenting berisi cairan bening (vesikel), kemudian cairan bening berubah menjadi nanah (pustul) dan mengeras. Ruam akan menetap sampai 3 minggu.

4. Tidak ada obat untuk monkeypox, penyakit ini akan sembuh sendiri dalam 14-21 hari. Obat yang diperlukan hanyalah untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini seperti obat demam, obat sakit kepala, dan lain-lain.

5. Kasus monkeypox bisa menjadi parah jika timbul komplikasi. Biasanya, yang lebih rentan terhadap penyakit monkey pox yang berat adalah anak-anak.

6. Cegah monkeypox dengan rajin cuci tangan 6 langkah dan tingkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.

7. Bagi staf Rumah Sakit, wajib selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) minimal sarung tangan dan masker. Jika menemukan kasus suspek monkeypox segera melakukan upaya pengendalian awal (protokol isolasi) dan melaporkan segera ke Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

0 comments:

Posting Komentar

Translate